Sebagai seorang wanita/istri sebelum memutuskan memilih alat kontrasepsi yang akan dipakai sebaiknya mengetahui macam-macam alat kontrasepsi beserta kelebihan dan kekurangannya sebagai bahan pertimbangan yang tentunya tidak mengesampingkan dari segi kenyamanan dan kesehatan pemakai.

Implan

Kelebihan:
– Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun).
– Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah dilepas.
– Tidak memerluka pemeriksaan dalam.
– Bebas dari pengaruh estrogen.
– Tidak mengganggu hubungan seks.
– Tidak menggaggu ASI
– Hanya perlu pemeriksa ke tenaga kesehatan jika ada keluhan
– Dapat dilepas sesuai kebutuhan.

Kekurangan:
– Akan timbul perasaan mual.
– Bisa terjadi peningkatan atau penurunan berat badan.
– Bisa menimbulkan sakit kepala.
– Perubahan perasaan atau kegelisahan.
– Membutuhkan tindak pembedahan kecil untuk insersi dan pencabutan.

Kontrasepsi Mantap

1. Tubektomi
Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan secara permanen.

Kelebihan:
– Sangat efektif dan permanen.
– Tindakan pembedahan yang aman dan sederhana.
– Tidak ada efek samping.
– Konseling mutlak diperlukan.
– Tidak mempengaruhi proses menyusui.
– Tidak mengganggu hubungan seks dan perubahan dalam fungsi seksual.

Kekurangan:
– Harus dipertimbangkan dengan baik karena bersifat permanen (tidak dapat dipulihkan kembali) kecuali dengan operasi rekanalisasi.
– Dapat menyesal di kemudian hari saat ingin memiliki anak lagi.
– Rasa sakit atau tidak nyaman dalam jangka pendek setelah tindakan.
– Harus dilakukan dokter terlatih atau dokter spesialis.

2. Vasektomi
Vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi prida dengan jalan melakukan okusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.

Kelebihan:
– Sangat efektif dan permanen.
– Tidak ada efek samping jangka panjang.
– Konseling dan persetujuan mutlak diperlukan.

Kekurangan:
– Komplikasi dapat terjadi saat prosedur berlangsung atau beberapa saat tindakan, akibat reaksi anafilaksi yang disebabkan oleh penggunaan lidokain atau manipulasi berlebihan terhadapa anyaman pembuluh darah di sekitar vasa deferensia.

3. Kondom

Kelebihan:
– Efektif bila digunakan dengan benar.
– Murah dan dapat dibeli secara umum.
– Tidak perlu pemeriksaan khusuus.

Kekurangan:
– Efektifitas tidak terlalu tinggi.
– Penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi.
– Agak mengganggu hubungan seksual.
– Harus selalu tersedia.

4. Suntikan KB

Kelebihan:
– Mudah digunakan. Hanya sekali suntik setiap tiga bulan dan bisa kembali subur saat ingin dihentikan.
– Memberi perlindungan terhadap kanker rahim, kanker indung telur dan pembengkakan pinggul.
– Memperkecil kemungkinan kurang darah dan nyeri haid.
– Tidak mengganggu hubungan intim dengan pasangan.
– Bisa digunakan wanita yang sudah punya anak ataupun baru menikah.
– Untuk kunjungan ulang tidak perlu terlalu tepat waktu.
– Jika digunakan ibu menyusui enam minggu setelah melahirkan, tidak mempengaruhi ASI.

Kekurangan:
– Awal pemakaian bisa terjadi bercak darah.
– Bisa menyebabkan kenaikan berat badan.
– Setelah setahun menggunakan dan berhenti haid belum teratur.
– Kesuburan lambat kembali, membutuhkan waktu empat bulan atau lebih.

5. Pil

Kelebihan:
– Sangat ampuh sebagai alat kontrasepsi apabila digunakan dengan benar dan tidak terputus.
– Tidak mengganggu hubungan intim dengan pasangan.
– Bisa digunakan wanita segala usia.
– Kesuburan segera kembali setelah dihentikan.
– Mengatur siklus haid.

Kekurangan:
– Pada tiga bulan pertama bisa merasakan mual.
– Pendarahan atau bercak darah, terutama jika lupa atau terlambat minum pil.
– Bisa merasakan sakit kepala ringan.
– Berat badan bisa naik.
– Biasanya haid akan terhenti.
– Walau sangat jarang, wanita yang memiliki darah tinggi atau berusia 35 tahun ke atas dan merokok, berisiko terserang stroke, serangan jantung atau penggumpalan darah dalam pembuluh.

6. IUD

Kelebihan:
– Pencegahan kehamilan yang ampuh untuk paling tidak 10 tahun.
– Tidak mengganggu hubungan seks dengan pasangan.
– Tidak terpengaruh obat-obatan.
– Bisa subur kembali setelah IUD dikeluarkan,
– Tidak mempengaruhi jumlah dan kualitas ASI.
– Dapat mencegah kehamilan di luar kandungan.

Kekurangan:
– Terjadi perubahan siklus haid.
– Bisa merasakan pembengkakan di pinggul.
– Pemasangannya membutuhkan prosedur medis.
– Saat memasang dan mengeluarkan IUD, harus dilakukan tenaga kesehatan terlatih.
– Bisa keluar dari rahim tanpa diketahui, sehingga wanita yang memakai IUD harus rutin periksa ke tenaga kesehatan.
– Bisa merasakan nyeri setelah 3-5 hari pertama pemasangan.
– Saat haid, darah yang keluar cukup banyak sehingga bisa menyebabkan kurang darah.